Perutusan Khas Buat ‘Cinta’ Bismillahirrahmaanirraheem… Ke hadapan Cinta yang disayangi selalu kerana Allah…semoga warkah pertama dan terakhir yang tidak diundang ini tidak mengganggu ketenangan hati dan jiwa Cinta…ina tidak bermaksud apa-apa…cuma sekadar menyampaikan hasrat dan kata-kata ikhlas dari nurani yang tak mampu dilafazkan dengan tutur bicara….kerana bagi ina, kata-kata itu mungkin bakal bersifat tajam seperti tajamnya mata pedang…dan ina tidak mahu Cinta terjejas olehnya…Wallahu a’laam…inshaAllahu khayr.. Pertemuan kita ternyata sudah tertulis dan tak bisa ditukar-ganti oleh sesuatu pun…subhanallah, perjumpaan yang tidak disangka-sangka akhirnya menguntumkan ukhuwwah yang tidak mengenal batas usia, tempat, keturunan, asal-usul dan seumpamanya…Alhamdulillah, terus-terang ina katakan betapa bersyukurnya setelah Allah mentakdirkan kita saling mengenal…walaupun ianya berputik lewat Februari yang lalu….mungkin Cinta tak bisa mengimbau kembali detik manis itu…tapi inshaAllah, ianya masih terpahat kukuh di sanubari ina…indahnya Ukhuwwah Islamiyyah itu… Orang selalu menyangka….perkenalan dalam tempoh yang singkat takkan mampu memantapkan taa’ruf seseorang itu…tapi untuk kasus kita berdua, mashaAllah, masa yang sedikit itu ternyata Allah berikan peluang untuk kita lebih rapat…kadang2 kebetulan terserempak semasa hendak pergi kuliah demi meneroka ilmu Allah….ina hampir tergelak kecil tatkala mengingatkan saat dan ketika itu…banyak pengalaman manis, pahit dan melucukan yang kita tempuh….ditambah dengan teman-teman yang lain…rindunya saat itu…andai masa bisa diputar kembali…huhuuhu.. “Kusangka panas hingga ke petang, rupanya hujan di tengah hari…” Barangkali peribahasa melayu ini amat bertepatan dengan episod persahabatan kita….subhanallah, it’s totally out of my blue…ternyata, ianya tak menjanjikan sesuatu yang manis buat selama-lamanya…Tiba masanya jalinan persahabatan kita diuji olehNya…saat itulah ina terasa benar-benar terduga keikhlasan dan kejujuran…keyakinan pada hebatnya kasih sayang yang dibina atas nama Ilahi…Ya Allah, beratnya ujian untuk kami.. Terkilan ina lantaran ketidakmampuan diri untuk sentiasa berada di samping Cinta…terutama saat Cinta benar-benar perlukan seseorang untuk menyuntikkan semangat dalam diri…astaghfirullahal’azim…yusrina memohon rimbunan keampunan atas kelemahan dan kekurangan diri…bukanlah ina mahu menjauh atau melarikan diri dari masalah, tapi ketika itu ina seolah-olah hilang arah selepas mengalami “trauma” yang tak pernah ina jangka akan terjadi…la hawla wa la quwwata illa biLLAH…maafkan ina, Cinta…mungkin ini kegagalan pertama ina dalam bersahabat dengan Cinta…tapi harapan ina..biarlah ianya yang pertama dan terakhir…dan inshaAllah…ina yakin ianya satu teguran penuh makna dariNya untuk pedoman ina….dan buat Cinta juga…wallahu ta’ala a’laam…Dia lebih layak untuk menilainya…yusrina terima dengan hati yang redha dan pasrah…moga masih ada lagi ruang untuk ina di hati Cinta…semuanya bagaikan angin badai yang kencang….datang menerjah tanpa khabar…tanpa tanda…menggoncangkan hati yang sebenarnya masih lemah…aasifati jiddan ya ukhti habibati…. Tapi Cinta…subhanallah, di saat ina kebuntuan…terasa sempit dan buntu akal untuk memujuk hati sendiri dan juga Cinta…Allah mentakdirkan ina membelek al-quran kecil ina, teman akrab ina yang diharapkan akan mampu menjadi pembela diri ketika menghadap Yang Agung…inshaAllah.. …Dia berfirman: “Sungguh Allah tidak akan menzalimi seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sekecil zarrah, nescaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan pahala yang besar dari sisiNya..” [QS4:40] Nah, Cinta…kalau beriman dengan ayat ini…sewajarnya Cinta tidak putus asa..malah terus berharapkan rahmat dariNya…ujian yang bertimpa-timpa pada diri Cinta sememangnya telah ditetapkan sejak awal lagi…musibah…dugaan…tribulasi..itu semua lumrah kehidupan…Cinta…Life is not BUT a test….ianya bisa datang saat kita masih lagi wujud di dunia ini dan juga di hari akhir… Bukan sedikit Allah mengingatkan kita tentang musibah dalam Kalam SuciNya… “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah khabar gembira kepada orang-orang yang sabar..” [QS2:155] “Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun..” [QS67:2] Sekali lagi Cinta…ina dengan penuh rasa rendah diri meminta maaf atas kesilapan dan keterlanjuran perilaku ina selama kita diizinkan bersama…tidak dinafikan….perjuangan ilmu kita tidak sama…tapi kita tetap serupa..kerana kita ditemukan untuk berada di atas satu jalan pendakian panjang lagi berliku-liku…yang pastinya menagih seribu satu pengorbanan….dan harus diingat Cinta… “perjuangan itu ertinya berkorban..dan berkorban itu ertinya terkorban”…penat kita berjalan beriringan..tapi masih belum terlihat penghujungnya..namun, kita tetap berdoa semoga Allah memberi kekuatan untuk kita meneruskan perjalanan itu…Ameen… Barangkali ini titik perpisahan kita…Cinta bakal pulang ke medan sebenar..dan ina inshaAllah, masih lagi bertarung di bumi asing….jihad ilmu masih lagi jauh…kalaupun ina tiada di sisi Cinta…ina pohon dengan sangat agar Cinta tetap tabah dan kuat…jangan lemah dek ujian hidup…sebab setiap saat yang berlalu itu adalah pertarungan yang tidak dapat dielakkan…jangan pernah putus asa wahai Cinta…itu bukan sifat seorang mukmin…ingat lagi kan hadis yang ina ulang beberapa kali pada Cinta? “….pelik urusan seorang mukmin itu…apabila dia mendapat nikmat, dia bersyukur dan itu adalah yang terbaik baginya…dan apabila dia mendapat kesusahan, dia juga bersyukur dan itu juga adalah yang terbaik baginya…”[afwan,ina lupa lagi periwayatnya, tapi ina yakin ianya hadis shahih…ingatlah hadis ini di saat Cinta diuji pada titik kelemahan…inshaAllah, moga ianya menjadi penawar buat hati yang gusar..] Di sini juga ina titipkan satu lagi hadis yang amat bertepatan dengan kasus kita berdua..dan mungkin untuk saudara-saudara seaqidah yang lain…khayr, inshaAllah Dari Abi al-Abbas Abdillah bin Abbas radiyallahu ‘anhuma katanya: “Pada suatu hari adalah aku di belakang Nabi SAW, lalu baginda bersabda: Hai anak!aku akan mengajar engkau beberapa perkataan. Peliharalah Allah, nescaya engkau dapatiNya di hadapan engkau. Apabila engkau meminta, maka mintalah kepada Allah. Dan apabila engkau memohon pertolongan, maka pohonlah pertolongan itu dengan Allah. Dan ketahuilah! Sesungguhnya umat itu kalau mereka berkumpul untuk memberi manfaat kepada engkau dengan sesuatu, tidaklah mereka dapat memberikannya kepada engkau kecuali dengan sesuatu yang sudah dituliskannya oleh Allah atas engkau. Dan jika mereka berkumpul untuk membahayakan dengan sesuatu, tidaklah mereka dapat membahayakan engkau kecuali dengan sesuatu yang sudah dituliskanNya oleh Allah atas engkau. Diangkatkan segala pena dan telah keringlah pula segala buku…” [Diriwayatkan oleh Tirmizi, dan katanya hadis ini hasan shahih]ina tak berniat nak ulaskan hadis ini..tapi subhanallah, kalau Cinta baca syarahnya…sangat menarik dan menenangkan jiwa…semoga Cinta dapat memanfaatkannya sebagaimana orang lain yang telah berjaya memanfaatkannya….Ameen.. Last but not least…this lovely poem is for you…it has been forwarded to my email before…have a read… Don’t Say You’re Not Important It simply isn’t true, The fact that you were born, Is proof, Allah has a plan for you. The path may seem unclear right now, But one day you will see, That all that came before, Was truly meant to be. Allah wrote the book that is your life, That’s all you need to know. Each day that you are living, Was written long ago. Allah only writes best sellers, So be proud of who you are, Your character is important, In this book you are the Star. Enjoy the novel as it reads, It will stand throughout the ages, Savor each chapter as you go, Taking time to turn the pages.. Courtesy: Brother Ghulam Ali Wallahu ta’ala a’laam….jazakumullahu khayran katsiran ‘ala kulli hal…Allah yubarak fiikum…Ameen
Min,
-ukhti ina-